PENGGUNAAN DANA DESA KALIWENANG TAHUN 2020 UNTUK SARPRAS INFRA STRUKTUR

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (selanjutnya disebut Undang-Undang Desa) mendefinisikan Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gambaran Desa ideal yang dicita- citakan dalam Undang-Undang Desa adalah Desa yang kuat, maju, mandiri dan demokratis. Cita-cita dimaksud diwujudkan salah satunya dengan menyelenggarakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Fokus dari kerja pemberdayaan masyarakat Desa adalah mewujudkan masyarakat Desa sebagai subyek pembangunan dan Desa sebagai subyek hukum yang berwewenang mendayagunakan keuangan dan aset Desa.

Pembangunan Desa dikelola secara partisipatif dikarenakan melibatkan peran serta masyarakat Desa. Pembangunan Desa mengarah pada terwujudnya kemandirian Desa dikarenakan kegiatan pembangunan Desa wajib diswakelola oleh Desa dengan mendayagunakan sumber daya manusia di Desa serta sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Agar Desa mampu menjalankan kewenangannya, termasuk mampu menswakelola pembangunan Desa maka Desa berhak memiliki sumber-sumber pendapatan. Dana Desa yang bersumber dari APBN merupakan salah satu bagian dari pendapatan Desa. Tujuan Pemerintah menyalurkan Dana Desa secara langsung kepada Desa adalah agar Desa berdaya dalam menjalankan dan mengelola untuk mengatur dan mengurus prioritas bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Penggunaan Dana Desa dikelola melalui mekanisme pembangunan partisipatif dengan menempatkan masyarakat Desa sebagai subyek pembangunan. Karenanya, rencana penggunaan Dana Desa wajib dibahas dan disepakati dalam musyawarah Desa.

Prioritas penggunaan Dana Desa didasarkan pada prinsip:

  1. Kebutuhan prioritas yaitu mendahulukan kepentingan Desa yang lebih mendesak, dan berhubungan langsung dengan kepentingan sebagian besar masyarakat Desa;
  2. Keadilan dengan mengutamakan hak dan kepentingan seluruh warga Desa tanpa membeda-bedakan;
  3. Kewenangan Desa berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala Desa;
  4. Fokus yaitu mengutamakan pilihan penggunaan Dana Desa pada 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) jenis kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sesuai dengan prioritas nasional dan tidak dilakukan praktik penggunaan Dana Desa yang dibagi rata.
  5. Partisipatif dengan mengutamakan prakarsa, kreativitas, dan peran serta masyarakat Desa;
  6. Swakelola dengan mengutamakan kemandirian Desa dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa yang dibiayai Dana Desa.
  7. Berbasis sumber daya Desa dengan mengutamakan pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di Desa dalam pelaksanaan pembangunan yang dibiayai Dana Desa.

Untuk tahun 2020 ini ada perubahan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 diterbitkan Kementerian Desa dalam rangka menyikapi Pandemi COVID-19 di tahun 2020. Desa mengalami banyak perubahan sikap dan suasana sehungan dengan banyaknya masyarakat yang harus tetap sehat, terhindar dari wabah, dan tetap bekerja menghasilkan nafkah untuk keluarga.

Permendesa PDTT 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa PDTT 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 DIUBAH (Lampirannya) oleh Permendesa PDTT 14 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 yaitu Lampirannya yang berisi tentang Pedoman Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Permendesa PDTT 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa PDTT 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 berupaya mengusahakan hal terbaik bagi warga dan Pemerintah Desa. Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan menjadi Undang-Undang. Penggunaan Dana Desa dapat digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin di Desa, berdasarkan UU tersebut.

Permendesa PDTT 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa PDTT 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 pada intinya adalah menambah besaran bantuan langsung tunai Desa sehingga perlu mengubah Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020

Permendesa PDTT 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa PDTT 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 memiliki lampiran yang isinya adalah Sistematika contoh-contoh Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Sistematika contoh-contoh Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 tersebut adalah:

  1. Pelaksanaan Pembangunan Desa Dengan Pola Padat Karya Tunai Desa
  2. Pencegahan Kekurangan Gizi Kronis (stunting)
  3. Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI)
  4. Pelaksanaan Keamanan Pangan di Desa
  5. Pelayanan Pendidikan Bagi Anak
  6. Pengembangan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga
  7. Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
  8. Pembelajaran dan Pelatihan Kerja
  9. Pengembangan Desa Inklusi
  10. Pengembangan Produk Unggulan Desa / Kawasan Perdesaan
  11. Pembentukan dan Pengembangan Bumdesa / Bumdesa Bersama
  12. Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Desa
  13. Pembangunan Embung Desa Terpadu
  14. Pengembangan Desa Wisata
  15. Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna
  16. Pengendalian Perubahan Iklim Melalui Mitigasi dan Adaptasi
  17. Pencegahan dan Penanganan Bencana Alam dan/atau Nonalam
  18. Kegiatan Tanggap Darurat Bencana Alam dan/atau Nonalam
  19. Sistem Informasi Desa
  20. Pengembangan Keterbukaan Informasi Pembangunan Desa
  21. Pemberdayaan Hukum di Desa

Permendesa PDTT 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa PDTT 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 ditetapkan pada tanggal 16 Juni 2020 di Jakarta oleh Menteri Desa Abdu Halim Iskandar. Permendesa PDTT 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa PDTT 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 diundangkan Dirjen PP Kemenkumham Widodo Ekatjahjana pada tanggal 16 Juni 2020 di Jakarta.

Agar setiap orang mengetahuinya Permendesa PDTT 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa PDTT 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, ditempatkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 632.

REKAP RAB DANA DESA UNTUK SARPRAS INFRASTRUKTUR DESA KALIWENANG KECAMATAN TANGGUNGHARJO KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2020

1. JALAN BETON FULL TANPA TULANG AN RT.07/ 01

2. JALAN BETON FULL TANPA TULANG AN RT.07/ 01

3. JALAN BETON ISIAN TENGAH TANPA TULANGAN RT.06/ 01

4. JALAN BETON FULL TANPA TULANG AN RT.05/ 03

5. JALAN BETON FULL TANPA TULANG AN RT.01 /02

6. PLESTER DAN CAT GOR

7. JALAN BETON FULL TANPA TULANG AN RT.01 /03

8. PAVING GOR

Warga Desa Kaliwenang Terima Bantuan Sembako Pemprov

Warga Desa Kaliwenang Keamatan Tanggungharjo di Kabupaten Grobogan menerima bantuan senilai Rp200 ribu dari Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan berupa paket sembako tersebut disalurkan selama enam bulan berturut-turut. Setiap paket berisi beras 10 kg, minyak goreng kemasan dua liter, telur satu kilogram, kecap, mi instan, dan makanan kalengan berupa sarden atau abon.

Pada acara pembagian Banguan Sembako ini diMonitoring dari pihak Kecamatan, yaitu Dari Kasie PMD Ibu Erina Soeprihatin S.Sos, TKSK Dian, dan Kasie Sosial Bapak Bambang.

 

Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat didistribusikan secara merata kepada seluruh warga terdampak Covid-19. Tidak boleh ada duplikasi data penerima manfaat, tidak ada warga yang menerima lebih dari satu macam bantuan.

Dari pihak Kecamatan juga berpesan agar warga Kaliwenng untuk  mengikuti anjuran pemerintah untuk mempercepat penanganan wabah virus Corona, di antaranya dengan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir.

Pihak Kecamatan mengapresiasi kinerja para relawan tersebut yang bersinergi dengan pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19 di desa Kaliwenang. Pandemi Covid-19 yang melemahkan sektor perekonomian membuat banyak orang harus kehilangan mata pencaharian. Kondisi tersebut memunculkan masalah baru mengenai pendataan warga terdampak Covid-19 yang harus dibantu oleh pemerintah.

“Masalah pendataan adalah masalah yang rumit sedunia. Masalah pendataan berakibat konflik di tingkat bawah. Ini saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan PKH dan TKSK yang telah banyak membantu pemerintah, khususnya masalah pendataan,”

Pendistribusian bansos pangan provinsi ke KPM ini dilakukan oleh petugas kantor pos dan dijadwalkan selesai dalam empat hari untuk 9 desa di Kec Tanggungharjo. “Mekanismenya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dispermades Kab Grobogan menunjuk BUMDes di Kec Tanggungharjo sebagai lembaga penyalur untuk menyediakan komoditas sembako-nya. Sedangkan pengiriman paket sembako sampai ke tangan KPM sudah langsung ditangani PT. Pos Indonesia sebagai lembaga pendistribusi barang

Pelaksanaan Musrenbangdes di Desa Kaliwenang Kecamatan Tanggungharjo Perencanaan Tahun 2021

Pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) perencanaan tahun anggaran 2021 di Desa Kaliwenang Kec. Tanggungharjo dilaksanakan pada hari senin, 16 September 2021 bertempat di ruang rapat GOR  Desa Kaliwenang Kec. Tanggungharjo. Hal ini diselenggarakan sesuai jadwal yang sudah di agendakan oleh Kecamatan  Tanggungharjo khususnya di Seksi Pembangunan yaitu  Desa Kaliwenang Kec. Tanggungharjo.

Kepala Desa Desa Kaliwenang Kec. Tanggungharjo, Bayu Sugiharto, menyambut kedatangan Tim Kecamatan  Tanggungharjo, yang dihadiri oleh Kasi Pembangunan Kantor Camat  Tanggungharjo, Erina Soeprihatin , S.Sos, mewakili Camat  Tanggungharjo,

Dalam Musrenbangdes berlansung mengundang serta menghadirkan seluruh Komponen Masyarakat terdiri dari  BPD Desa Kaliwenang Kec. Tanggungharjo, LPM, PKK, KPM,  serta Tokoh-Tokoh Masyarakat selaku memangku kepentingan. Hal ini dilaksanakan untuk menyepakati usulan kegiatan sekala prioritas, baik yang di danai oleh Dana Desa, maupun suberdananya APBD  Kabupaten, APBD Provinsi serta melalui APBN yang di usulkan nantinya melalui Musrenbang Kecamatan.

Kasi Pembangunan, Erina Soeprihatin, S.Sos, dalam sambutanya kembali menyampaikan tujuan Musrenbangdes, yakni untuk menyelaraskan Pembangunan Desa dimana harus melalui tahapan dan tatanan RKPDes serta melaksanakan Loka karya Desa, sekaligus tidak lepas dari racangan Pembangunan dengan sekala Prioritas.

Usai sambutan, dilanjutkan dengan rembug di masing- masing bidang memusyawarahkan tentang usulan – usulan yang menjadi sekala prioritas untuk di paparkan dan mendapatkan persetujuan sekaligus nantinya akan diajukan  dalam DURKP Desa tahun 2021. Musrenbang desa berjalan dengan lancar dan nanti akan disampaikan kepada kecamatan untuk menjadi bahan kajian dalam pembangunan sekala prioritas serta dimasukan DURKP di Musrenbang Kecamatan, sesuai dengan sumber dana yang menjadi kewenangan.

Dampak Positif Pembangunan Pabrik Semen Desa Kaliwenang

Terkait dengan adanya pembangunan Pabrik Semen Grobogan di Desa Kaliwenang Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan, Pemerintahan Desa Kaliwenang mengadakan Sarasehan di Baledesa Kaliwenang Kamis 13/08/2020.

Dalam sarasehan tersebut dengan Tema “Dampak Positif Pembangunan Pabrik Semen Grobogan Berikut Dana Cooperate Social Responsibliti Bagi Kehidupan Sosial Masyarakat dan Dunia Pendidikan Baik Agama Maupun Pendidikan Umum”. Sekira pukul 09.30 Wib kegiatan sarasehan tersebut dimulai.

dapaun Nara sumber yang hadir Dr.H.Mahfudz Junaidi Mag, dan tamu undangan dari Sekdin Pendidikan Dr.H.Wahono, Dosen Sosiologi dan Antropologi, pihak Polsek, koramil, kecamatan dan Tokoh Masyarakat. “Kades Kaliwenang Bayu Sugiharto menyampaikan sambutanya selamat datang untuk para tamu undangan yang telah menghadiri kegiatan sarasehan tersebut. Kades Kaliwenang berharap semoga dengan adanya sarasehan ini bisa membuat masyarakat lebih tau adanya pabrik semen tidak hanya menapakan negatif bagi warga masyarakat tetapi banyak sisi Positif yang bisa dirasakan masyarakat Kaliwenang. Karena dampak Positif sangatlah menyejukkan bagi warga disekitar Pabrik semen. “Ujarnya.

“Dr.H.Mahfudz Junaidi Mag selaku Nara sumber memaparkan, sebagai warga kabupaten Grobogan berharap kita selalu menanggapi sisi positif pabrik Semen. Adanya pabrik itu mungkin bisa mengurangi Angka pengangguran, memajukan ekonomi yang tidak ada pekerjaan bisa bekerja. Bagi yang punya lahan sekitaran semen yang mau dijual biasanya harga kisaran rendah. Jikalau dibeli Pabrik semen bisa harga tinggi.

 

Dibandung Infrastuktur Sosial, Ekonomi Agama bisa lebih maju. Karena nanti Desa Kaliwenang akan didirikan Pondok Pesantren juga sehingga bisa berguna untuk anak didik kita yang mau mengaji ilmu Agama, janganlah kita menilai dampak pabrik itu negatif saja akan tetapi banyak juga dampak Positif yang dirasakan masyarakat kaliwenang.

Dari itu kita semua warga masyarakat ayo saling menerapkan SDM kita membantu dan bijak sana untuk bekerja sama dengan Pabrik semen. Semoga masyarakat Kaliwenang kedepan semakin maju, sejuk dengan adanya Pabrik Semen. “Tandasnya.

BIOGRAFI DESA KALIWENANG

Desa Kaliwenang adalah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan.

Titik Koordinat Desa

LU/LS 110’37’35
BB/BT 7’5’32’5

Dengan luas wilayah 458 km2, jumlah penduduk 2584 jiwa.

Di bidang Kesehatan ada Polindes yang berada di sebelah  barat Kantor Desa, dengan jarak 2 km Puskesmas Tanggungharjo dan 7 km dengan RSUD Getas Pendowo Gubug.

Terdapat GOR Kaliwenang yg berukuran 18 m x 30 m ,untuk kegiatan olah raga yang selalu digunakan oleh remaja dan anak anak untuk melakukan aktifias olah raga, dengan halaman GOR yang luas.

Desa Kaliwenang berbatasan dengan: Timur: Desa Mrisi, Barat: Desa Sugihmanik, Selatan: Ladang dan hutan jati milik Perhutani, Utara: Persawahan / Tanggirejo /dusun Tanggulangin

Mata pencaharian utama penduduk desa ini adalah bertani (sawah dan ladang). Di desa ini baru ada 2 sekolah yaitu SD Kaliwenang 1 dan 2. Selain itu ada madrasah dan TK. Sebagian sawah di desa ini mendapat air irigasi dari pintu air Gelapan di sebelah timur Ngambakrejo. Air irigasi ini diambil dari sungai Tuntang.

Desa ini dapat dicapai dengan kereta api dari Semarang atau Kedungjati, melalui salah satu stasiun KA tertua di Indonesia Tanggungharjo. Dari Tanggungharjo pengunjung dapat naik, atau kendaraan sewaan lainnya ke timur sekitar 3 km ke arah Kapung. Pengunjung dari Semarang atau Purwodadi dapat mencapai desa ini dari Gubug. Gubug sebuah kota kecamatan sekitar 8 km di timur laut Kaliwenang, dapat ditempuh melalui kereta api ataupun kendaraan umum dari Semarang ataupun Purwodadi. Dari Gubug pengunjung dapat naik bus, minibus sewaan ke Kedungjati, turun di Kapung. Dari Kapung naik ojek ke barat sekitar 3 km. Pada hari-hari pasaran pengunjung dapat juga menumpang dokar dari Gubug ataupun dari Tanggung.

Kaliwenang terletak di daratan landai, makin ke utara makin rendah. Wilayah desa ini memanjang dari barat ke timur. Jalan raya Kapung – Tanggung terletak di selatan desa ini, memisahkan desa dan ladang-ladang milik penduduk desa. Ladang desa ini berada di perbukitan kapur. Areal ladang ini pada musim penghujan ditanami palawija seperti jagung, singkong, kedelai, wijen, kacang tanah dan sebagainya. Di selatan perladangan ini terdapat hutan jati yang membentang dari timur ke barat milik PT Perhutani.

PABRIK SEMEN GROBOGAN

Pembangunan PT Semen Grobogan ini sudah dinantikan sejak tahun 1990. Namun, banyaknya tahapan yang harus dilakukan , dengan serangkaian penelitian lapangan di kawasan tersebut, adanya  krisis moneter , investor melanjutkan pengurusan izin kembali. Proses perizinan telah rampung pada tahun 2016. perusahaan tersebut dan pembangunannya baru bisa dilaksanakan pada 2017 silam.

Pabrik semen tersebut memiliki beberapa blok penambangan batu gamping Maskumambang seluas 41.36 hektare, Blok Watudukun dengan luas 199.30 hektare dan Blok Candrageni seluas 650 hektare. Sedangkan lokasi yang digunakan untuk pabrik luasnya sekitar 54 hektar.

General Manager PT SG Toni Santoso menyatakan, pembangunan pabrik ini semula dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2016. Namun, realisasinya baru terlaksana pada awal tahun 2018 karena ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan lebih dulu.

Proses pembangunan pabrik semen dilakukan secara bertahap. Dalam enam sampai tujuh bulan kedepan fokusnya adalah pembangunan fondasi tapak pabrik. Kemudian, diteruskan pembangunan konstruksi bangunan serta pemasangan alat berat unuk produksi semen.

”Pembangunan pabrik butuh waktu sekitar 2,5 tahun. Kita targetkan pada tahun 2020 pabrik sudah mulai beroperasi. Investasi secara pendirian pabrik mencapai 300 juta US Dollar,” katanya.